Ruang Lingkup Pekerjaan Instalasi Energi Listrik

Ruang lingkup pekerjaan instalasi energi listrik adalah ranah\area kerja Jasa Instalasi Listrik di Medan dimana terdapat pekerjaan,merencanakan,menciptakan,memasang,mengoperasikan,mengukur/mengusut,memelihara pekerjaan instalasi tenaga listrik.

adapun ruang lingkupnya meliputi:

1.pembangkit energi listrik:menghasilkan listrik

dua.tranmisi tenaga listrik:mengirim listrik

3.distribusi tenaga listrik:membagi listrik

4.pemanfaatan energi listrik:memakai listrik

Pembangkit Listrik merupakan bagian menurut alat-alat Industri / Non Industri yang digunakan buat memproduksi & membangkitkan energi lisrik berdasarkan berbagai sumber tenaga misalnya air, angin, panas bumi, sinar matahari, uap dll dalam sisi pembangkit masih ada sistem mekanis elektris yang dapat merubah energi mekanik menjadi energi listrik pada sisi hasil pembangkit listrik tegangan ditingkatkan / dinaikan berkali kali lipat sebelum pada kirim ke Gardu Induk (GI) yang berjarak puluhan hingga ratusan meter. Menaikan tegangan listrik tadi memakai transformator step up tujuannya merupakan agar nir terjadi Los Tegangan, penurunan tegangan saat pada transmisikan dan dikirimkan

– PLTA ( Pembangkit Listrik Tenaga Air )

– PLTU ( Pembangkit Listrik Tenaga Uap )

– PLTD ( Pembangkit Listrik Tenaga Disel )

– PLTG ( Pembangkit Listrik Tenaga Geotermal )

– PLTMH ( Pembangkit Listrik Tenaga Mikro hidro )

– PLTS  ( Pembangkit Listrik Tenaga Surya )

– PLTA  ( Pembangkit Listrik Tenaga Angin )

Transmisi mempunyai arti mengirim tegangan listrik menurut pembangkit akan disalurkan menuju ke kota /kabupaten yg sangat jauh. Sebelum. Di transmisikan tegangan dinaikkan berkali-kali lipat supaya tidak terjadi Los Tegangan / kehilangan tegangan, hingga hingga pada Gardu-gardu Induk pada kota-kota tujuannya. Tegangan dinaikan berkali-kali lipat sang “Trafo Step Up” yang berada di sisi pembangkit.Pada sisi transmisi instalasinya berupa menara SUTET, SUTT & GI memiliki range tegangan 150KV – 500KV.– SUTET ( Saluaran Udara Tegangan Ekstra Tinggi ).– SUTT ( Saluran Udara Tegangan Tinggi ).– GI ( Gardu Induk ).Konfigurasi jaringan kabelnya dalam umumnya “single sirkuit / double sirkuit”, dimana satu sirkuitnya terdiri berdasarkan tiga vasa dengan 3 dawai / 4 dawai & penghantar netral nya diganti oleh tanah menjadi saluran kembalinya, buat saluran transmisi saluran tegangan tinggi dimana jeda antara menara sangat berjauhan maka pada butuhkan penghantar yg mempunyai kekuatan, fleksibel, ringan, tahan terhadap cuaca maka menurut itu dipilih kabel ACSR ( Almunium Conduktor Steel Riengfos ) yaitu dawai penghantar berdasarkan almunium & mempunyai inti dawai baja.Saluran kabel bawah tanah adalah saluran transmisi yang mengeluarkan listrik melalui kabel yang ditanam di bawah tanah, kategori saluran misalnya ini merupakan favorit buat pemasangan pada perkotaan, karena nir mengganggu keindahan kota, nir mudah terjadi gangguan cuaca. Tetapi permanen memiliki kekurangan, kekuranganya yaitu :1. Mahal dalam investasi.2. Sulitnya memilih titik gangguan & perbaikkannya.

Distribusi Jasa Instalasi Listrik di Medan berarti membagidanamp;menyalurkan sistem distribusi energi listrik berarti membagi tegangan menuju ke feeder/penyulang tegangan menengah.Diawali menurut GI & disalurkan menuju ke kecamatan & desa/konsumen. Penurunan dilakukan dua kali, yg pertama dilakukan di GI menurunkan tegangan menurut 500 Kv ke 150 Kv / dari150 Kv  ke 70 KV. Instalasi tegangan menengah berupa tiang beton & kabel ACSL & trafo distribusi / trafo TM, dilakukan penurunan tegangan yang ke 2 oleh trafo TM berdasarkan 150 Kv ke 70 Kv /berdasarkan 70 Kv ke 20 Kv. Instalasi tegangan menengah mampu jua disebut menggunakan saluran distribusi / saluran premierPada Gardu Distribusi terdapat kelengkapan komponen listrik yaitu :– Saklar Cutt Off ( CO )– Arester– PHB ( Peralatan Hubung Bagi ), berupa Low Voltage, Ditributor Panel– Grounding– Alat Ukur– Indikator– LBS– MCBTegangan menengah masuk dalam travo TM fisisi primier out. TM dalam sisi sekunder disalurkan dalam panel LVDP. Di dalam panel LVDP, tegangan akan dibagikan dari kebutuhan konsumen. Out Put LVDP pada salurkan menggunakan kabel TIC menuju ke Jaringan Tegangan Rendah ( JTM ) dengan kabel TC

Sisi pemanfaatan listrik di awali dari Trafo Sekuder / TM, menggunakan konfigurasi 3 fasa 4 dawai yaitu RSTN. Tegangan listrik sudah familier menggunakan kebutuhan konsumen yaitu 380 v antar fase & 220 v fase netral. Tegangan listrik masuk ke PHB ( Penghubung Bagi ) yaitu berupa panel LVDP ( Low Voltage Distribusi Panel ). Tegangan dibagi & pada atur menurut bebanya masing – masing. Sehingga penggunaan listrik sehubung antara fasenya, selesainya menurut PHB tegangan pada salurkan menuju JTR ( Jaringan Tegangan Rendah ). Instalasinya berupa kabel TIC, tiang beton / tiang besi, konektor dllDari JTR tegangan disalurkan menuju ke Sambungan Rumah ( SR ), menggunakan beban yg telah diatur. Dari SR tegangan disalurkan menuju APP ( Alat Pengukur & Pembatas )APP adalah alat transaksi milik PLN yg dipasang dibangunan milik konsumen. APP dipakai menjadi wasat antara PLN & konsumen

APP = Alat Pengukur & PembatasAlat pengukurnya berupa KWH meterVaribasi yg di ukur daya satuannya adalah Watt. Cara kerja KWH meter merupakan memanfaatkan gaya gerak listrik induksi buat mengerjakan sistem mekanis

kwh meter yg dipakai adalah:

–   kwh meter 1 phase 2 kawat /220 v

–  kwh meter 3 phasa 4 dawai/380 v

alat pembatasnya adalah mcb (miniatur circuit breaker),sedangkan variabel yg dibatasi adalah arus listrik menggunakan satuan ampere.

-sebagai indera transaksi antara PLN kan konsumen

-merupakan indera milik PLN  yg di pasang di area konsumen

-konsumen nir berhak merubah konfigurasi APP

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *